Bunda Maria dari Akita (Jepang)

Nama Jepang: 秋田の聖母マリア (Akita no seibomaria)

Tanggal perayaan: 12 Juni (permulaan penglihatan)

Asal mula: Penampakan Bunda Maria kepada Sr. Agnes Sasagawa lewat patung kayu


Pada tahun 1973, Suster Agnes Katsuko Sasagawa di Yuzawadai, pinggiran Akita, Jepang mengalami mukjizat Bunda Maria. Sasagawa menerima pesan pertama dari Perawan Maria pada tanggal 6 Juli 1973. Ketika itu, patung Bunda Maria menjadi bercahaya. Sasagawa diminta oleh Bunda Maria untuk membacakan doa para pelayan Ekaristi, yang menurut Bunda Maria akan menyembuhkan ketuliannya. Pesan-pesan lain yang dilaporkan meminta doa rosario dan pertobatan. Pesan kedua dari Bunda Maria adalah kesedihan Bunda Maria karena ketidaktaatan manusia. Pesan ketiga yang disampaikan pada 13 Oktober 1973 meminta agar Sasagawa dan para biarawati berdoa rosario untuk Paus, uskup dan imam serta seluruh umat. Juga mereka diminta mengajak orang berdoa untuk pertobatan dunia. Patung kayu Maria  menangis sebanyak 101 kali. Para biarawati di Yuzawadai juga melaporkan stigmata pada patung itu, juga pada tangan Sasagawa. Peristiwa ini mendapat banyak perhatian lebih lanjut karena adanya kesembuhan-kesembuhan yang terjadi, khususnya kesembuhan gangguan pendengaran yang dialami Sasagawa setelah penampakan. Mgr. John Shojiro Ito, Uskup Niigata (menjabat 1962–1985) mengakui peristiwa mukjizat ini. Beliau mengizinkan penghormatan kepada Bunda Maria dari Akita dalam Keuskupan Niigata dalam sebuah surat pastoral 1984.


Patung Asli Bunda Maria dari Akita


Patung Maria meneteskan air mata


Sr. Agnes Sasagawa, penyaksi



Gereja Ziarah Akita, Yuzawadai, Perfektur Akita

Gambaran saat menerima pesan











Komentar