Dyah Mariyah Ibu Ganjuran

Joseph dan Julius Schmutzer, pemilik pabrik gula di Ganjuran, tergerak untuk menjunjung hak-hak buruh pabriknya, sesuai dengan semangat Ensiklik Rerum Novarum (1891). Sekolah-sekolah dibuka, Rumah Sakit St. Elisabet didirikan. Buruh-buruh pun tertarik untuk masuk Katolik. Ganjuran menjadi wilayah dengan masayarakat mayoritas Katolik. Untuk mendukung itu, pewartaan di daerah itu juga menyesuaikan dengan sifat budaya Jawa. Didirikanlah Gereja Ganjuran pada 1924. Tiga tahun kemudian, umat Katolik membangun Candi Hati Kudus sebagai bentuk devosi inkulturatif. Untuk itu, dibuatlah patung Maria dan Yesus dengan corak Jawa oleh seniman lokal bernama Iko.


Patung Asli Bunda Maria dari Ganjuran


Candi Hati Kudus Yesus, Ganjuran

Gereja Hati Kudus Yesus, Ganjuran. Bergaya Tajug Jawa

Julius Schmuzer, berjasa dalam meletakkan dasar politik etis di Hindia Belanda

Josef Schmutzer, saudara Julius Schmutzer

Peresmian Rumah Sakit "Onder de Bogen" (Panti Rapih) milik Nyonya Schmutzer. Dihadiri oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII.




Informasi lebih lanjut:
https://kelananusantara.com/warisan-keluarga-schumtzer-di-ganjuran-yogyakarta/

















Komentar