Gelar Maria Bunda Berdukacita, yang
diberikan kepada Santa Perawan Maria, bersumber
dari penderitaan dan kesengsaraannya selama menyaksikan sengsara dan wafat Yesus Kristus. Peringatan Santa
Perawan Maria Berdukacita dirayakan pada tanggal 15 September sejak ditetapkan oleh Paus Pius
X. Hal yang ditekankan dalam pemberian gelar ini adalah Maria berdiri dengan
setia di kaki salib tempat Putranya
wafat. Peringatan Santa Perwan Maria Berdukacita sudah populer sejak abad
keduabelas dengan gelar yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat ditemukan dalam
beberapa tulisan dari abad kesebelas, istimewanya di kalangan para suster
Benediktin. Dalam sejarahnya, ada
berbagai sebutan untuk Maria Berdukacita, seperti Tujuh/Sapta Duka Maria dan Mater Dolorosa.
 |
| Patung "Maria Berdukacita" yang hanya menampilkan wajah. Biasanya untuk devosi pribadi. |
 |
| Tujuh Duka Maria |
Komentar
Posting Komentar